Furi Main Character
"Aku suka pada bintang dan hujan namun, takut pada senja karena kemerahannya."
Penggalan kalimat di atas bukan apa-apa sih btw, sebatas bait pembuka hehe:)
Seperti yang kalian tahu namaku Furi, penulis amatir dengan basic seorang pelukis.
Bercerita tentang literasi dan kawan-kawan, ketertarikanku pada dunia Sastra mulai terlihat sejak aku masih kanak-kanak. Pada saat itu aku hanya suka mendongeng atau berpantun. Namun, semakin beranjak dewasa kegiatan menulisku mulai aktif di masa SMP. Membuat puisi, senandika, cerpen dan sejenisnya. Hingga sekarang😁
Beberapa buku yang sudah tercantum namaku diantanya 3 buku antologi puisi dan 1 antologi cermin. "Menenun Rinai Hujan" salah satu contohnya, dan merupakan buku favoritku karena berhasil berkolaborasi dengan Eyang Sapardi Djoko Damono dan beberapa penulis terpilih Indonesia.
Kalau ditanya seputar genre, somewhat confusing hehe..
Atau kalian mau bertanya langsung padaku?
"☺" mungkin aku cuma bisa senyum wkwkw
Secara keseluruhan jika harus dideskripsikan, dengan lantang akan kukatakan "I'm a Tritagonis" kenapa? Karena dibanding antagonis atau protagonis, aku termasuk dikeduanya. Sama halnya dengan fiksi atau nonfiksi.
Kebanyakan cerita yang kuangkat berdasarkan kisah nyata, walau tidak sedikit pula hasil imajinasiku ikut berperan disana. Baik puisi, cerpen, cerbung, dll.
Sejauh ini aku bisa sangat serius ketika sedang membuat artikel, essay, dan hal-hal nonfiksi lainnya. Tapi, akan sedikit santai jika berhubungan dengan puisi, novel, dkk. Aku sendiri juga masih bingung sih ya sebenernya. Tapi, jujur aku menikmati banget, cerpen yang kubuat berdasarkan kisah nyata beberapa orang terdekatku sedangkan ketika bersama puisi keadaan sekitar dan suasana hati lebih dominan.
Jadi aku berpikir, mungkin disini tahap labilku sebagai seorang penulis muda. (Bahasa gue astaga😂)
Nah balik lagi, karena aku orang yang super santuy hampir ke pemalas deh kayaknya haha. Jadi, yaudah semua gak kuambil pusing. Aku menikmati saat-saat aku menulis, dimasa sekarang inilah mungkin prosesnya. Akan kemana aku kelak, apakah fiksi ataukah nonfiksi.
Kesimpulannya: Dari semua karyaku yang meliputi cerpen, cermin, cerbung, puisi, senandika, dll. Mereka semua punya genre fiksi dan nonfiksi tersendiri. Contoh, puisiku yang berjudul "Negeri Anak Bangsa" itu real hasil penglihatan dan yang pernah kualami waktu itu. Serta artikelku dengan judul "Cara-cara mengatasi writting block". Terlebih lagi, aku suka ketika sedang menulis kedua genre tersebut. Setidaknya untuk saat ini, aku termasuk penulis bergenre campur.
Assalamuallaikum Wr. Wb...
Berhubung aku penghuni baru di dunia per-blog-an wkwkw jadi, ya gitu deh😂
Suka, bahasanya, keren, kaya udah professional gitu🤗🤗
BalasHapusbagus nih pemilihan katanya :)
BalasHapusjangan lupa mampir blog ku yah hehehe..
Ya, aku pun santuy bacanya. Keren..
BalasHapusSdh berpengalaman nih kakanyay
BalasHapusMantap kak
BalasHapusApapun genrenya, yang penting tetep nulis saja yaa...
BalasHapusSemua pilihan genre, sebenarnya memacu kita untuk terus semangat menulis dan menulis.
BalasHapus